Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Evaluasi Prestasi Komisi D DPRD Sidoarjo Undang Cabor Sidoarjo

132
×

Evaluasi Prestasi Komisi D DPRD Sidoarjo Undang Cabor Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Evaluasi prestasi komisi D DPRD Sidoarjo undang Cabor Sidoarjo. Digelarnya pekan olahraga provinsi Jawa Timur (Porprov) yang dilaksanakan di Malang Raya, semua cabang olahraga yang di naungi oleh KONI Sidoarjo ikut andil dalam kompetisi tersebut. Olahraga salah satu yang menjadi kebanggaan pemerintah setempat diharapkan bisa meraih juara dua setelah Surabaya. Namun alhasil prestasi olahraga tersebut tidak bisa mencapai target yang diharapkan.

Tidak tinggal diam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo juga memantau cabang olahraga (Cabor) yang telah ikut andil dalam pertandingan di Porprov tersebut. Dengan dana yang tidak sedikit di peruntukan untuk event pada olahraga yang telah terlaksana. Pemerintah Sidoarjo baik eksekutif maupun legislatif berharap atlit Sidoarjo bisa memboyong medali sesuai yang diharapkan.

Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo telah menggelar hearing, pada Kamis (10/7/2025) diruang rapat Komisi. Yang di hadiri oleh Ketua komisi D, H. Moch Dhamroni Chudlori, Wakil H. Bangun Winarso, Sekretaris Zahlul Yussar dan anggota H. Tarkit Erdianto, H. Sutadji, H. Pujiono, Wahyu Lumaksono, Irda Bella dan Kadisporapar Sidoarjo Yudhi Iriyanto dan semua Ketua atau pengurus Cabang Olahraga.

Evaluasi prestasi komisi D DPRD Sidoarjo undang Cabor Sidoarjo. Rapat yang di pimpin oleh ketua Komisi D, H. Moch Dhamroni Chudlori, rapat dibuka dan dimulai dengan memberikan kesempatan pada para peserta rapat untuk menyampaikan apa yang menjadi keluh kesah nya.

Banyak yang disampaikan oleh Cabor- cabor bahwa pelaksanaan yang di alami dalam mengikuti Porprov Jatim ini tidak sesuai harapan. Merasa kecewa dengan tidak ada perhatian dari KONI, merujuk pada mosi tidak percaya kepada ketua KONI Sidoarjo (Imam Mukri).

Yusuf Santriono dari Pengkab Percasi (Catur) Sidoarjo ketika ditemui oleh Arjunanusantara news.com menyampaikan bahwa telah mendapatkan undangan dari Disporapar Sidoarjo. Yang intinya evaluasi tentang pekan olahraga Propinsi Jawa Timur yang ada di Malang Raya. Kebetulan teman- teman banyak mengeluhkan tentang persiapan KONI kabupaten Sidoarjo yang menurut penilaian dari kami semuanya ini masih kurang. Dan yang kedua ada ketidak harmonisan antara Cabor dengan KONI sehingga target yang ditentukan oleh Bupati untuk mempertahankan juara dua tidak tercapai.

Bahkan cenderung kepada penurunan prestasi, hal inilah yang membuat DPRD Kabupaten Sidoarjo memanggil kami semuanya untuk dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Namun yang sangat jelas bahwa tidak serta merta terjadi karena ini ada kaitannya juga dengan waktu pemilihan pengurus KONI yang hanya tiga bulan menjelang Porprov di ganti. Hal inilah yang mengakibatkan dari pada KONI Kabupaten Sidoarjo yang tidak bisa mempertahankan juara kedua setelah Surabaya.

Sebetulnya kami pengkab- pengkab dari awal ke pinginnya pemilihan ketua KONI itu dilakukan secara fer tidak ada titipan dari siapapun, tidak ada faktor politisasi kami menginginkan yang betul-betul fer sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga bahwa musyawarah olahraga Kabupaten (Musorkab) hak sepenuhnya dari pada pengurus Cabor.

Sehingga apa yang dihasilkan nanti itu betul – betul dilakukan secara demokratis, tidak melalui yang sudah terkondisikan, dengan pemilihan kemarin itu kan sudah jelas bahwa hal itu sangat dikondisikan. Sebetulnya didalam kepengurusan KONI Kabupaten Sidoarjo ini apa bila kita ini mau fer, banyak bibit – bibit calon yang kita munculkan. Salah satunya adalah Dr. Mustain Baladan yang sangat berpengalaman. Ada juga Dr. Imam Jawait, kemudian pak Joko yang berpengalaman di bidangnya banyak sebetulnya, sayang sekali hal itu tidak bisa muncul karena saya sendiri kurang tau, apa yang menjadi kendala, sehingga tidak di munculkan pada waktu Musorkab 2025 – 2029. Ini yang perlu harusnya di evaluasi secara menyeluruh biar tidak serta merta menjadi ketua KONI tetapi menurut kami mengadakan Musorkablub yang betul – betul demokratis siapa saja bisa dicalonkan untuk menjadi ketua KONI Kabupaten Sidoarjo.

Sampai Saat ini kami belum pernah di undang oleh KONI Kabupaten untuk rapat- rapat tidak pernah, kesulitan- kesulitan kami juga tidak pernah di akomodir dan banyak hal yang menurut teman – teman Cabor “kami ini merasa tidak punya Bapak”. Sepertinya teman- teman Cabor membuat Mosi tidak percaya kepada KONI Kabupaten Sidoarjo seperti yang di sampaikan oleh Gus Dam tentunya yang perlu diberi” Leadership yang kurang Sip.” Itu istilah beliau, lho ya, ungkap Yusuf Santriono.

Evaluasi prestasi komisi D DPRD Sidoarjo undang Cabor Sidoarjo. Kemudian Bangun Winarso sebagai wakil komisi D, memberikan apresiasi kepada Cabor – cabor dan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas atas pengorbanannya, tentunya yang akan kami lakukan segera menindak lanjuti kesimpulan yang telah disampaikan pada hari ini, semua keluhan dan harapan Cabor sudah kami catat dari komisi D. Kami sudah mem warning KONI dan pengurus KONI dalam persiapan Porprov, tolong tehnis non teknis tetap dipertahankan dan dilakukan. Tentunya ini menjadi pelajaran berharga dan peran penting untuk dua tahun kedepan, kami sangat butuh masukan – masukan semua cabang olahraga, termasuk seperti masukan tadi sudah sekian tahun ngomong ke KONI tapi belum terealisasi.

Kami di komisi D, termasuk rekan – rekan di komisi D banyak yang ada di banggar, tentunya kami akan berkolaborasi dengan Dispora ingin nyicil melengkapi sarkas yang belum ada. Termasuk Dispora menyampaikan ada space – space yang ada di GOR akan digunakan sebagai sekretariat cabang-cabang (Cabor) dan kita dorong untuk dilengkapi.
kesimpulannya, kami akan mengundang Disporapar Sidoarjo dan KONI apa yang menjadi keluhan-keluhan termasuk kwitansi – kwitansi yang belum terselesaikan Mudah-mudahan segera terselesaikan. bagaimana caranya uang itu harus segera diunasi untuk Cabor yang tekor – tekor tadi, ibarat keringat sudah kering belum terbayarkan, pungkasnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh H. Dhamroni dan ditegaskan bahwa akan mengundang KONI segera, bahwasanya para Cabor- cabor ini merasa tidak punya bapak. Artinya dalam pergerakan Porprov, perhatian KONI itu sangat minim, maka menjadi evaluasi kita . Sampai kemudian harus nalangi dan nomboki dulu, disampaikan bahwa dana yang ada di KONI ada 16,5 milyard segera kami tekankan untuk segera melunasi, semoga Porprov di tahun berikutnya akan lebih baik.

Maka yang jelas KONI akan kami undang dan kita panggil untuk evaluasi secara menyeluruh berkaitan dengan target yang tidak tercapai. Dan tunggu tanggal mainnya, sifatnya segera, sambil tertawa ramah disampaikan didepan awak media, tegas Dhamroni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *