Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Banjir Datang Udang dan Ikan Hanyut, Petambak Rugi Ratusan Juta

65
×

Banjir Datang Udang dan Ikan Hanyut, Petambak Rugi Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, –  Banjir datang udang dan Ikan Hanyut, Petambak rugi ratusan juta. Desa Segoro Tambak yang  terletak di wilayah pesisir timur Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Dimana sebagian besar warga desa tersebut bergantung pada pokok mata pencaharian sebagai petani tambak dan nelayan.

Desa Segoro Tambak berpotensi utama pada sektor perikanan budidaya. Dengan tambak air payau menjadi tempat budidaya ikan bandeng, udang dan beberapa jenis rumput laut. Namun di musim hujan turun seperti ini banyak warga mengeluhkan, dengan rasa was – was bila air rab naik.

Ketika Arjunanusantaranews.com menemui Suryanto selaku ketua  Paguyuban Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan) Mina Sentosa, Desa Segoro Tambak Kecamatan Sedati, pada Hari Kamis (27/11/2025), yang beranggotakan 45 orang pengusaha tambak. Telah menjelaskan bahwa  terkait dampak hujan tinggi dan kemudian banjir yang menerjang di area tambak petani.

Pada Bulan November ini  puncaknya air rob karena itu barengan dengan air hujan turun, sehingga air itu keluar meluap dan sangat tinggi sehingga merugikan pertambakan yang ada di sana. sebenarnya air rob ini sudah 6 tahun yang lalu itu sudah tambah tinggi, sehingga warga berusaha melakuan penanggulangan masalah pematang tambak .

Warga khususnya petani tambak itu selalu meninggikan tanggul tetapi dengan tingginya air rab, sehingga tidak mampu untuk menahan air tersebut. Sehingga tambah banyak yang tenggelam, banyak tambak yang hancur dan secara ekonomi juga mengganggu, khususnya ekonomi yang ada di wilayah kami Segoro Tambak, jelasnya.

“Ini khususnya Segoro Tambak, kalau umumnya Insya Alloh di pesisir ini semua sama terdampak”.

Rata – rata petani ini budidaya ikan bandeng dan udang, sedangkan kalau yang di sebelah kampung sini airnya agak tawar sehingga budidayanya ikan nila sama udang vanami.

Banjir datang udang dan Ikan Hanyut, petambak rugi ratusan juta. Karena air rob sangat menyusahkan pembudidaya yang ada di Segoro Tambak. Pada awal bulan September petani tambak mulai tebar benih dan sekarang ini dua bulan lebih sudah hanyut.

Suryanto menyampaikan bahwa Petani tambak sangat prihatin dan kasihan sekali, melihat dari memperbaiki lahan itu saja biaya puluhan juta, belum  benih yang di pelihara, itu hampir puluhan juta, pokok kerugiannya sekitar 100 juta Satu tambak, ungkapnya.

Dikatakannya bahwa luas tambak ada yang 4 hektare, juga ada yang 5 hektare. Tentunya yang dirasakan oleh pembudidaya sangat prihatin dan kasihan sekali. Sebagai ketua paguyuban telah menjelaskan bahwa kita telah melakukan kerjasama dengan beberapa Bos rumput laut, itu saya arahkan untuk kerjasama yang ada di sini (Tambak Segoro), mungkin dalam waktu dekat ini ada pekerjaan setelah momen air rob ini.  Insya Alloh kalau nggak salah bulan 1 atau bulan 2 . Dari pemerintahan memang dengan adanya regulasi atau banyaknya aturan-aturan mungkin saat ini belum ada kerjasama, tetapi saya sudah pernah melapor ke BAPPEDA  waktu itu, ya mungkin agak terlambatlah untuk pembangunan – pembangunan masalah perbaikan untuk keringanan tambak.

Karena apa, disitu banyak aturan juga masalah pemilik, ” kan ga mungkin  pemerintah membangun tambak satu per satu”. Mungkin dalam waktu dekat kami akan berkomunikasi kerjasama dengan pemerintahan, terutama dengan Dinas Perikanan. Harapan kami ada bantuan – bantuan untuk membudidaya, soalnya itu sangat merugikan ekonomi yang ada di pesisir.

“Saat air rab tahun lalu naik (banjir), petani Segoro Tambak mengalami kerugian yang sangat besar, ikan dan udang pada hanyut. Dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo saat itu juga ikut prihatin dengan memberikan bantuan beras atau sembako melalui BPBD (Bantuan Penanggulangan Bencana Daerah) “.

Ketika awak media bertanya, apakah dari Dinas Perikanan sudah ada edukasi, dan apakah petani tambak mengangsurasikan udang atau ikan yang di kelola?  Suryanto menjawab dengan simple belum ada dari Dinas Perikanan, mungkin nanti. Dan mungkin dari pihak asuransinya yang tidak berani sambil tertawa, karena resikonya tinggi.

Suryanto menambahkan bahwa posisi ikan atau udang sudah umur  2 bulan lebih. Kalau ikan masih  agak kecil dan untuk udang masih cukup laku lah 50 ribu per kilo. Tetapi sayang tidak bisa di selamatkan, ikan-ikan dan udang tersebut, karena air rob itu terlalu tinggi mungkin ada sisanya ya tinggal sedikit, pungkasnya.

Banjir datang udang dan Ikan Hanyut, petambak rugi ratusan juta. Sementara itu, pada Kamis, (27/11/2025)ditemuiĀ  dilokasi sidak banjir Desa Kedungbanteng, Tanggulangin ole1h awak media, Bupati Sidoarjo, H. Subandi menyatakan rasa prihatin dan akan segera memberikan bantuan. Meski demikian, Bupati belum bisa merinci secara detail jenis bantuan yang akan diberikan.

“Kalau itu (tambak) banjir, ikan tidak ada dan (sudah) dilaporkan, sebagai pimpinan Daerah minimal kita prihatin. Lalu memberikan bantuan. Setelah (musibah) itu, petani tambak ya jangan terus lari dan tidak mau nambak lagi,” ujar Subandi singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *