Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Sentuhan Hari Ibu, PKK RW 08 Kebonagung Peduli Dengan Lansia

65
×

Sentuhan Hari Ibu, PKK RW 08 Kebonagung Peduli Dengan Lansia

Sebarkan artikel ini

Malang, Arjunanusantaranews.com, – Sentuhan Hari Ibu, PKK RW 08 Kebonagung peduli dengan lansia. Momen ini membawa haru bagi ibu-ibu Tim Penggerak (TP) PKK RW 08 Desa Kebonagung. Pada Minggu (7/12/2025), mereka melakukan kunjungan sosial ke Griya Lansia Husnul Khotimah di Wajak, Malang. Suasana berubah emosional ketika para pengurus mendengar langsung cerita mengenai kondisi para lansia di tempat tersebut.

Puluhan anggota PKK RW 08 tampak tak kuasa menahan air mata saat penanggung jawab harian Griya Lansia, Nurhadi Rohmat, menceritakan keseharian para penghuni yang sebagian besar tidak memiliki keluarga maupun identitas kependudukan.

Ketika TP PKK RW 08 Nur Alim menyampaikan kepada awak media bahwa “Kami datang untuk berbagi empati. Kami ingin para mbah-mbah di sini merasakan bahagia karena masih ada yang mengunjungi dan peduli,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, rombongan membawa berbagai bantuan, mulai dari diapers dewasa, sembako, cairan pembersih toilet, pakaian layak pakai dan pakaian baru, sarung, hingga uang tunai Rp 3.350.000. Dana tersebut berasal dari warga yang dikoordinasikan oleh Ketua TP PKK di tingkat RT dan RW, termasuk dukungan dari Koperasi Wanita (Kopwan) Syariah serta pengajian Maratus Sholikha.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk mbah-mbah di sini,” kata salah satu anggota PKK.

PKK RW 08 memang rutin menggelar kegiatan sosial setiap tahun. Pada peringatan Hari Ibu tahun lalu, mereka mengadakan lomba olahan tanaman toga di balai RW.

Sentuhan Hari Ibu, PKK RW 08 Kebonagung Peduli Dengan Lansia . Sementara Yeti Sumiati (71 Tahun) penghuni Griya Husnul Khotimah asal dari Jakarta Pusat menyampaikan kepada reporter Arjunanusantaranews.com, setelah suaminya meninggal hidup hanya sebatang kara.

Dengan usia sudah lanjut hidup sendiri, Sumiatipun mengaku ada yang peduli dengan keberadaan saya. seorang wartawan yang membantu telah berkordinasi dengan aggota DPR (tidak disebutkan namanya) telah membantunya untuk tinggal di Griya Lansia Husnul khotimah di Wajak Malang ini.

Selama tinggal empat bulan di griya husnul khotimah, Sumiati merasa senang, dikatakannya pengasuhnya sabar – sabar . Dan ada kegiatan rutinitas senam pagi, mengaji setiap hari Kamis dan melakukan sholat berjamaah, ungkapnya.

Usai kunjungan, rombongan melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan rutin PKK di kawasan Pantai Kondang Merak, Malang.
Kondisi Griya Lansia: 300 Diapers per Hari, Banyak yang Tak Punya Identitas

Dalam penjelasannya, Nurhadi Rohmat menyampaikan bahwa Griya Lansia Husnul Khotimah berdiri sejak Tahun 2021 dan kini merawat sekitar 200 lansia.

“Sebagian hanya sedikit yang masih bisa beraktivitas. Yang sudah ngebrok hampir 100 orang,” ujarnya.

Setiap hari, kebutuhan diapers mencapai hampir 300 buah. Minimnya bantuan menjadi tantangan besar bagi pengelola karena sebagian besar lansia tidak memiliki KTP dan KK, sehingga tidak bisa mengakses bantuan pemerintah.

Griya Lansia ini menerapkan pola perawatan mirip pondok pesantren. Para penghuni dibangunkan sejak pukul 03.30 WIB untuk beribadah dan mempersiapkan diri menuju akhir hayat yang khusnul khotimah.

istighosah, hingga kegiatan harian lainnya. Para lansia makan terakhir setelah Ashar dan tidak diberi makan malam, agar mudah bangun dini hari untuk beribadah.

“Kalau diberi makan malam, subuhnya susah bangun,” kata Nurhadi.

Menurutnya, Griya Lansia sudah memiliki pemakaman sendiri yang disiapkan untuk para penghuni. Total, sekitar 380 lansia yang pernah dirawat telah dimakamkan di tempat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *