Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Peristiwa

Polemik Tempat  Makam, Warga Perum Istana Mentari Madul DPRD

35
×

Polemik Tempat  Makam, Warga Perum Istana Mentari Madul DPRD

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Polemik tempat makam, warga Istana Mentari madul  DPRD. Warga perum Istana Mentari Cemengkalang Sidoarjo melakukan hearing ke DPRD Kabupaten Sidoarjo terkait polemik tanah Makam, pada Selasa (30/12/2025) di ruang rapat  Paripurna.

Hal ini dikaitkan dari peristiwa meninggalnya warga Istana Mentari yang bernama Rudi (almarhum) dari RT.10, yang dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Cemengkalang telah ditolak. Yang notabene perumahan Istana Mentari tersebut tidak memiliki makam sendiri sampai saat ini.

Setelah sebagian warga Perumahan Istana Mentari yang tergabung dalam paguyuban, wargapun menyusul penolakan terhadap lokasi pemakaman almarhum yang berada di lahan kosong area perumahan,

Sementara itu, Ketua RW 05 Perumahan Istana Mentari Erik Hidayat menjelaskan kronologi awal proses pemakaman. Ia menyebutkan bahwa sejak awal keluarga almarhum telah berupaya memakamkan almarhum di TPU desa, namun ditolak.

“Setelah ditolak di TPU desa, keluarga mencari alternatif dengan membeli lahan yang berdampingan dengan makam umum dan mewakafkannya untuk pemakaman. Proses ini juga sudah melalui komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk developer dan sebagian warga,” jelasnya.

Ketua RW Erik menambahkan, pihak keluarga almarhum telah menyatakan kesediaannya untuk mewakafkan tanah tersebut secara resmi agar dapat digunakan sebagai makam, sehingga tidak menimbulkan klaim kepemilikan di kemudian hari.


Dalam Hearing  tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih, anggota Komisi D, H. Usman, M.Kes. Yussar Zahlul,  H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si, Fitrotin Hasanah, Pratama Yudiarto, S.H, H. Sutadji, Bangun Winarso, Wahyu Lumaksono, S.Pd, dan Rizal Fuady, S.E, Komisi A.

Selain itu, juga dihadiri oleh Dinas Perkim Sidoarjo, Camat Sidoarjo, Lurah Sidoarjo, PT. Bumi Mentari Sidoarjo, Paguyuban Peduli Istana Mentari, seluruh Ketua RW, RT Perum Ismen dan ahli waris yang mewaqafkan tanah untuk fasum khusus (makam).

Polemik tempat makam, warga Istana Mentari madul  DPRD. Warga Perumahan Istana Mentari Desa Cemengkalang Sidoarjo yang pro dengan adanya makam baru maupun yang menolak (kontras) mengikuti dengar pendapat (hearing) di ruang sidang DPRD. Sidoarjo.

Pertemuan dibuka dengan penyampaian kronologi dari keluarga almarhum Rudi selaku pihak ahli waris. Menantu almarhum, Rizky Suryansyah, menilai proses penyelesaian masalah makam terlalu berlarut. Ia mengaku sudah bertemu Wakil Bupati Sidoarjo dan kini menghadiri hearing di DPRD, namun hasil final belum juga muncul.

Dalam hearing yang dipimpin Ketua DPRD Sidoarjo H Abdillah Nasih SM, Ketua Komisi D DPRD H Dhamroni dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo H Usman.
Diketahui, almarhum semasa hidup berwasiat kepada keluarga agar dimakamkan di dekat tempat tinggalnya. Dalam dengar pendapat itu, dewan menghimbau kepada yang pro adanya makam maupun yang menolak, agar mengedepankan aspek sisi kemanusian.

Dilihat dari sisi kemanusian Rudi (almarhum) melalui ahli warisnya yang menghibahkan tanahnya untuk pemakaman umum warga Perum. Istana Mentari. Almarhum adalah sosok figur yang sangat peduli pada masyarakat terutama warga Perum Istana Mentari. Terbukti, dari pengakuan warga perumahan tersebut, almarhum banyak membantu dan berkontribusi pada masjid, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

“Kami melihat adanya kemanfa’atan dan kemaslahatan warga Istana Mentari yang membutuhkan makam, apalagi ada orang yang mau mewaqafkan tanahnya untuk makam umum yang diperuntukkan bagi perumahan Istana Mentari,” ujar salah satu peserta hearing.

Hasil hearing, kedua pihak untuk musyawarah, apapun hasil keputusannya keduanya bisa menerima dengan hati lapang dada dan dijadikan dasar.

Setelah hearing, ahli waris Rudi menjelaskan bahwa diadakan dengar pendapat itu untuk memastikan kejelasan makam.
“Tujuan kami ke sini ingin kepastian. Masak musyawarah terus tapi tidak ada keputusan? Ini kan masalah internal Istana Mentari, harusnya bisa selesai. Malah muncul pooling, petisi, sampai spanduk. Sebenarnya mau apa? Sampai kapan?” keluh Rizky.

Putra pertama almarhum Rudi, Aldino Michael Collin, menegaskan keluarga sudah menyiapkan solusi. Mereka bahkan membuka peluang menyediakan lahan pemakaman untuk lebih dari 400 warga Istana Mentari, yang selama ini tidak dapat dimakamkan di TPU Desa Cemengkalang di depan perumahan.

Aldino menyebut ada tiga opsi lahan: area 700 m² di dalam perumahan, lahan lelang sekitar 1.000 m² di depan perumahan, atau lahan di luar Istana Mentari maupun luar Desa Cemengkalang.

“Tanah makam itu nanti kami wakafkan untuk seluruh warga Istana Mentari, sesuai wasiat almarhum ayah saya yang ingin perumahan ini punya makam sendiri,” ujar Aldino.

Polemik tempat makam, warga Istana Mentari madul DPRD. Meski begitu, keluarga menegaskan tetap akan menghormati keputusan warga. Jika mayoritas menolak, makam almarhum Rudi akan dipindahkan. “Kalau masyarakat tidak setuju, kami akan relokasi makam bapak,” tambah Aldo.

Hearing tersebut belum menghasilkan keputusan final. DPRD Kabupaten Sidoarjo meminta semua pihak menahan diri dan mendorong penyelesaian melalui jalur musyawarah, dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial, dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *