Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintahan

Dorong Kolaborasi RMNC, Pemkab Tanggulangi AKI dan AKB

11
×

Dorong Kolaborasi RMNC, Pemkab Tanggulangi AKI dan AKB

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Dorong Kolaborasi RMNC, Pemkab Sidoarjo Tanggulangi AKI dan AKB. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, yang mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi dalam acara Pertemuan Peningkatan Kesadaran Penerapan Respectful Maternity and Newborn Care (RMNC) sekaligus penandatangan secara simbolis komitmen bersama penanggulangan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Sidoarjo, Jumat (10/4/2026), turut dihadiri
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, M.Kes., Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Sidoarjo dr. Setya Budi Pamungkas, Sp.OG., Ketua IDAI Jatim II Sidoarjo dr. Muhammad Nasirudin, Sp.A.,
Ketua IBI Cabang Sidoarjo Sri Mei Winardiati, S.ST., Bd., Project Coordinator untuk Program HER WAY yang diusung oleh Yayasan Project HOPE Flora Theodora Parapat, dr. Muhammad Ardian C.L, Sp.O.G., Kepala Puskesmas, dokter obgyn, serta dokter pediatrik se-Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Fenny Apridawati menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menurunkan AKI dan AKB yang masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan. “Tanpa kolaborasi ini, angka kematian ibu dan bayi sulit untuk ditekan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa AKI dan AKB merupakan indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meskipun terdapat wacana perubahan indikator ke arah stunting. Namun demikian, fokus terhadap keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas.

Fenny Apridawati juga menyoroti pentingnya sistem pelaporan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang kini telah berjalan secara online. Menurutnya, pelaporan yang tepat waktu sangat menentukan kualitas intervensi yang dilakukan pemerintah. “Melalui pelaporan MPDN yang terukur, kita bisa mengambil langkah cepat dan tepat,” jelasnya.

Dorong Kolaborasi RMNC, Pemkab Sidoarjo Tanggulangi AKI dan AKB. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakshmie Herawati Yuwantina, M.Kes., menyampaikan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Secara nasional, tren AKI dan AKB menunjukkan penurunan, namun kondisi di Kabupaten Sidoarjo masih memerlukan perhatian serius.

“Angka kematian bayi di Sidoarjo masih tergolong tinggi meskipun berada di bawah
angka nasional. Begitu juga dengan stunting, yang pada tahun lalu mengalami kenaikan dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen, meskipun masih lebih rendah dibandingkan angka nasional,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus segera ditangani melalui langkah konkret dan kolaboratif. Salah satunya melalui keterlibatan organisasi profesi seperti POGI, IDAI, dan IBI, serta NGO Yayasan Project HOPE.

Untuk meningkatkan komitmen dan dukungan bersama penurunan AKI, AKB, dan stunting, Fenny Apridawati menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo menjalankan program 1 Puskesmas 1 Obgyn (1P1O), pendampingan layanan kesehatan, peningkatan pemanfaatan buku KIA dalam pelayanan antenatal care (ANC) dan keluarga berencana (KB), serta penguatan program “Sido Simpati” (Spesialis dan Profesi Sidoarjo Siap Mendampingi Ibu Anak Terlindungi).

Selain itu, rumah sakit juga didorong menyediakan rumah singgah bagi ibu hamil risiko tinggi.“Harapan kami, angka kematian ibu dan bayi bisa terus ditekan hingga mendekati nol,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *