Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Desak KONI Akui Kegagalannya

139
×

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Desak KONI Akui Kegagalannya

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Ketua komisi D DPRD Sidoarjo desak KONI akui kegagalannya. Setelah komisi D DPRD Sidoarjo mengundang Cabor – cabor (Cabang Olahraga) pada Kamis (10/7/2025) untuk mengevaluasi prestasi yang dianggapnya turun drastis dengan anggaran yang fantastis 15,5 Milyar, anggaran dari APBD.

Dengan keluhan- keluhan yang di sampaikan oleh beberapa ketua Cabor pada waktu itu, dengan kesimpulan Komisi D DPRD kabupaten Sidoarjo segera memanggil semua pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo. Hari ini telah dilakukan Komisi D DPRD Sidoarjo hearing yang telah disampaikan kepada para Cabor Sidoarjo.sebelumnya.

Rapat khusus evaluasi prestasi pada hari ini, Senin (14/7/2025) di ruang rapat paripurna DPRD kabupaten Sidoarjo, telah hadir ketua komisi D, H. Moch Dhamroni Chudhori, Wakil ketua Bangun Winarso, Sekretaris Zalul Yussar, Anggota H. Sutaji, H. Tarkit Erdianto, H. Pujiono, Pratama Yudhiarto, Kadisporapar Sidoarjo Yudhi Iriyanto, Ketua umum KONI Sidoarjo Imam Mukri bersama empat pengurus nya.

Rapat yang dipimpin oleh ketua komisi D, H. Moch Dhamroni Chudhori, yang di awali sindiran tajam ditujukan kepada ketua KONI Sidoarjo bahwa prestasi atlit Cabor Sidoarjo yang telah mengikuti pertandingan di Porprov Jawa Timur pada tahun sebelumnya telah mendapatkan peringkat dua namun dalam tahun ini menjadi peringkat tiga (Sindirannya berarti telah naik kelas).

Yudhi Iriyanto telah menyampaikan terkait dengan kegiatan Porprov kemarin tentang anggaran memang agak mundur sedikit, akhirya untuk hibah ke KONI agak mepet terhadap pelaksanaan. berkaitan dengan teknis pelaksanaan bisa di antisipasi jauh- jauh hari ini yang pertama. Dan yang kedua karena ada transisi kepengurusan kemarin sehingga kami juga sampaikan ke KONI agar ada kolaborasi peran, ketika ada transisi kepengurusan maka jangan sampai ada mandek komunikasi. Karena nanti hubungannya dengan tahapan mulai verifikasi pemain kemudian verifikasi untuk Cabor yang di kirim untuk Provinsi jangan sampai ada mis komunikasi.

Maka peran kami di awal sudah kami lakukan kordinasi langsung di Cabor berkaitan dengan bagaimana nanti pengelolaan dana hibah di masing-masing cabor. Sekaligus untuk persiapan Porprov 2025. Dan Alhamdulillah kemarin sudah terbentuk kepengurusan baru, kami sudah sampaikan segera kordinasi internal dan lanjut ke pelaksanaan Porprov maka target kita minimal bisa terlaksana, jelas Yudhi.

Kemudian giliran Ketua umum KONI Sidoarjo Imam Mukri telah membacakan detail tabel yang telah terpampang dilayar monitor jumlah atlit dan medali yang diperoleh dari masing – masing kota kabupaten. Dengan percaya diri bahwa kabupaten Sidoarjo mendapatkan ranking tiga setelah kota Surabaya.

Masih disampaikan oleh Imam. Mukri bahwa Sidoarjo dinilai masih beruntung dapat urutan ke-3 karena ada yang mentarget anjlog di urutan 7 besar. Dengan penuh retorika, Imam menganggap ini bukan kegagalan, jelasnya.

Ketua komisi D DPRD Sidoarjo desak KONI akui kegagalannya. Wakil ketua komisi D, Bangun Winarso, telah menyampaikan kekesalan kepada imam Mukri setelah mendengarkan apa yamg disampaikannya. Bahwa ketua KONI Imam Mukri masih percaya diri tidak mau mengakui kegagalannya, sontak suara Bangun Winarso agak meninggi “Kalau gagal harusnya minta maaf, tapi sedari tadi tidak ada keluar permintaan maaf, ” ungkapnya.

Ditegaskan pula bahwa Cabor- cabor yang tekor-tekor segera untuk dibayar dan segera dilunasi, tekan Bangun.

Begitu juga Dhamroni Ketua komisi D Setelah mendengarkan dengan seksama paparan yang disampaikan oleh ketua KONI tidak sesuai yang diharapkan. Dengan kata-kata pedas, Dhamroni sengaja mengajari Imam Mukri ” dari awal seharusnya ada pernyataan minta maaf”. Namun tidak ada sama sekali, ini yang membuat ketua komisi D geram. bahwa ini adalah
kegagalan nyata dari sidoarjo. Tidak cukup itu, Dhamroni malah mengungkap rasa kecewanya terhadap kinerja ketua KONI Sidoarjo.

Imam Mukri seperti tidak menyadari, bahwa kota Malang yang di porprov jatim memborong 160 emas. Sedang Sidoarjo sekitar 70 emas saja.

Ketua komisi D DPRD Sidoarjo desak KONI akui kegagalannya. Dengar pendapat komisi D DPRD Sidoarjo dengan Ketua KONI,( Imam Mukri) berlangsung penuh dengan kontroversi. Ruangan ber Ac terasa memanas oleh sengatan tajam pimpinan komisi D kepada Imam Mukri.

Dhamroni memandang tajam Imam yang bicara dengan narasi hampa. Serta merta komisi D akan mengeluarkan rekomendasi manajemen KONI dievaluasi menyeluruh. Bukan atlet yang dievakuasi, tapi pengurus KONI Sidoarjo saja,

Ketua Komisi D, Dhamroni, tak mampu menahan diri dan meninggalkan kursinya di saat rapat masih berlangsung panas. Sebelum ke luar ruangan, Dhamroni mendesak Imam Mukri, bersepakat untuk menyatakan Sidoarjo gagal. Dipertegas dengan kata kegagalan total.

Rapat selanjutnya di handle oleh Wakil Ketua komisi D Bangun Winarso, dengan memberikan waktu kepada Sekretaris komisi D untuk menyampaikan evaluasi untuk KONI Sidoarjo.

Zahlul Yussar juga memberikan pandangan atas kegagalan KONI Sidoarjo dalam ikut pertandingan dalam Porprov Jatim 2025 yang dirasa gagal. Menyoroti sempat ada lima emas yang hilang. Seharusnya KONI bisa mempertahankan. Jangankan lima emas, satu emas saja harus kita pertahankan, saya tidak rela, saya tidak legowo, ungkap Yussar.

Kedepannya kami berharap yang baik bisa diteruskan dan yang buruk bisa di evaluasi, jadi kepengurusan kemarin beberapa yang sudah bagus- bagus dengan melaksanakan tugas tupoksinya dengan baik, saya berharap ada sebuah kenaikan sebuah konektivitas, karena kita mengaca pada tahun yang lalu. tidak semuanya ada kebijakan yang baru. Bagaimana cara meminitnya supaya kita bisa baik, ada sebuah komunikasi dikolaborasi masukan – masukan yang bagus,pungkasnya.

Ketegangan ruang rapat tidak seperti rapat sebelumnya, Komisi D DPRD Sidoarjo berharap segera evaluasi total untuk kepengurusan KONI Sidoarjo. Akhirnya Bangun Winarso mengakhiri dan menutup rapat setelah semua sudah tersampaikan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *