Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Peristiwa

Nelayan Keluhkan Angin Timur, Tangkapan Ikan Jadi Menurun

9
×

Nelayan Keluhkan Angin Timur, Tangkapan Ikan Jadi Menurun

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Beberapa nelayan telah bersandar di pangkalan udara TNI AL Juanda pos pengamat tempat pelelangan ikan (TPI) Jl. Tambak Cemandi, Dusun Gisik Cemandi, Banjar Kemuning Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Nelayan keluhkan cuaca angin timur, tangkapan ikan jadi menurun.

Mamat (28 thn) yang sehari-hari bekerja sebagai seorang nelayan, tidaklah muda hidup setiap hari di atas perairan. Ketika ditemui Reporter Arjunanusantaranews.com, pada Jum’at sore (17/4/2026) telah menyampaikan bahwa dalam satu bulan ini penghasilan sangat menurun.

Karena cuaca angin timur (muson timur) membawa dampak signifikan bagi nelayan, terutama berupa cuaca kering/panas, gelombang tinggi, dan angin kencang. Dampak utamanya adalah paceklik karena nelayan takut melaut akibat risiko keselamatan tinggi, perahu rusak, dan ikan menjauh ke laut dalam, sehingga hasil tangkapan menurun drastis.

Mamat juga menyampaikan bahwa biasanya penghasilannya hampir mencapai satu juta setiap hari, namun kali ini mendapat kurang dari lima ratus ribu (kotor) belum buat beli bensin dan untuk bekal, karena dampak dari angin timur tersebut.

Nelayan keluhkan cuaca angin timur, tangkapan ikan jadi menurun. Biasanya kalau rame kita bisa bekerja melaut satu hari dua kali, pagi dan sore. Karena ikan- ikan menjauh ke laut dalam, maka para nelayan saat ini semua pada mengeluh tangkapan ikan menjadi berkurang (sulit), sehingga harga ikan sekarang jadi naik, jelas Mamat.

“Alat peraga yang kita pakai bukan jaring, melainkan pakai alat penangkap kepiting sama udang”. Alat ini umumnya dianggap ramah lingkungan karena selektif dan tidak merusak ekosistem dasar perairan.

Dan kami biasa melakukan aktifitas mencari ikan pada jam 04.00 Wib pagi sampai jam 11.00 Wib siang itu dalam satu hari.

Ketika Mamat ditanya mengenai keluhan terkait bahan bakar, dengan antusias Mamat menjawab “untuk saat ini tidak ada masalah karena tidak ada kenaikan dan harga masih normal, isu-isu pemerintah akan menaikan harga BBM ya kita ikuti regulasi yang ada, mau bagaimana lagi” Ungkapnya.

Kami berharap pemerintah bisa membuat kebijakan yang seimbang dan tidak memberatkan rakyat kecil, agar rakyat kecil seperti kami ini bisa bekerja dengan tenang dan senang hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *