Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ekonomi & Bisnis

Kabupaten Sidoarjo Menjadi Tuan Rumah Rakernas Perbamida

7
×

Kabupaten Sidoarjo Menjadi Tuan Rumah Rakernas Perbamida

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Kabupaten Sidoarjo menjadi Tuan Rumah Rakernas Perbamida. Kabupaten Sidoarjo dipilih menjadi tempat digelarnya Rapat Kerja Nasional/Rakernas Perhimpunan Bank Perekomian Rakyat Milik Pemerintah Daerah se-Indonesia (Perbamida) yang digelar di Hotel Aston Sidoarjo, Jumat, (17/4/2026).

105 perwakilan bank BPR dari seluruh Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut. Rakernas Perbamida 2026 yang dibuka langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak itu juga diisi dengan seminar nasional. Tampak hadir dalam Rakernas Perbamida 2026 tersebut Plh. Sekda Sidoarjo Ainur Rahman, Ketua Umum DPP Perbamida Sofia Nurkrisnajati Atmaja serta Kabiro Perekonomian Setdaprov Jatim Aftabuddin Rijaluzzaman dan perwakilan OJK.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan Bank Perekonomian Rakyat (BPR)
milik Pemerintah Daerah kini didorong untuk lebih profesional dalam mendukung
penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui wadah Perbamida diharapkan kolaborasi antar daerah dapat menjadi kunci untuk memperluas jangkauan pembiayaan yang ramah bagi pelaku UMKM.

“BPR milik Pemda memiliki peran strategis sebagai mitra tepercaya masyarakat di daerah. Meski pemerintah pusat telah menggulirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), kebutuhan permodalan di tingkat lokal dinilai masih sangat besar dan memerlukan sentuhan langsung dari perbankan daerah,” ucapnya.

Oleh karenanya ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan antar BPR Pemda. BPR Pemda diharapkan tidak saling bersaing, tetapi saling menguatkan. BPR Pemda dimintanya dapat saling berbagi pengalaman dalam mengelola risiko dan peluang di daerah masing-masing.

Selain itu dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja perbankan agar lebih profesional dan kompetitif.
“Dengan adanya Perbamida ini, kita berharap terjadi sharing of knowledge di antara
daerah. Mereka ini semua sebenarnya senasib sepenanggungan, tidak saling bersaing. Jika ada platform untuk berbagi ilmu dan profesionalisme, tentu daya saing BPR Pemda akan meningkat tajam,” ungkapnya.

Plh. Sekda Sidoarjo Ainur Rahman mengatakan Pemkab Sidoarjo memiliki tata kelola BPR yang baik dan mampu menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Dikatakannya BPR Delta Artha Sidoarjo memiliki Program Kurda dengan bunga 2% pertahun. Kredit permodalan dengan bunga rendah tersebut merupakan salah satu dari 14 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Menurutnya bunga 2% pertahun tersebut bentuk keberpihakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo terhadap kemajuan para pelaku UMKM. Untuk itu praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan bank daerah seperti ini hendaknya dapat diadopsi secara nasional untukkesejahteraan pelaku UMKM.

“Saya yakin di tempat jenengan semua di seluruh Indonesia ini juga punya praktik baikpraktik baik yang mungkin nanti saling ditularkan, diformulasikan dalam hasil Rakernas ini, ya. Sekali lagi selamat melaksanakan Rakernas, selamat datang di Sidoarjo,” ucapnya.

Kabupaten Sidoarjo Menjadi Tuan Rumah Rakernas Perbamida. Ketua Umum DPP Perbamida Sofia Nurkrisnajati Atmaja mengatakan Rakernas bukan sekadar rutinitas. Melainkan ruang untuk menyusun langkah nyata dalam mendukung perekonomian daerah. Rakernas juga dapat menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antar BPR Daerah di seluruh Indonesia.

“Acara yang berlangsung di Sidoarjo ini dihadiri oleh 105 perwakilan dari total 210
anggota BPR milik Pemda di seluruh Indonesia. Peserta datang dari berbagai penjuru,
mulai dari Aceh, Ternate, NTT, NTB, hingga Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,” ucapnya.

Menurut Sofia salah satu kekuatan utama BPR Pemda adalah kedekatannya dengan kearifan lokal. Karakteristik UMKM yang berbeda di setiap wilayah, seperti di Sumatera dan Kalimantan, menuntut pendekatan layanan tabungan maupun kredit yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Seperti halnya Program Kurda di Sidoarjo yang memiliki suku bunga yang sangat rendah, yakni hanya 2% pertahun.
Program tersebut dirancang khusus untuk menyesuaikan karakteristik UMKM di daerah tersebut.

“Keberhasilan Kurda diharapkan menjadi inspirasi bagi BPR Pemda di wilayah lain untuk meluncurkan program serupa demi memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha mikro,” ujarnya.

Ia juga mengatakan Perbamida akan mendorong seluruh BPR milik Pemda terus bersinergi dengan BUMD lainnya di daerah. Kolaborasi tersebut dianggapnya krusial untuk membantu pemerintah daerah dalam memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan kehadiran jajaran Pemprov Jatim dan seluruh pengurus BPR, ini menjadi penyemangat bahwa masa depan ekonomi Indonesia akan jauh lebih baik melalui
kontribusi nyata dari daerah,” pungkas Shofie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *