Surabaya, Arjunanusantaranews.com, – Peringati HLUN ke-30, di usia senja Lansia tetap sehat berkualitas. Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 diperingati pada tanggal 29 Mei 2026. Mengusung tema “Lansia berdaya untuk keluarga sejahtera, Sehat, Bahagia, Mandiri dan Berkualitas “, yang dilaksanakan di balai Rw 06 Kapas Lor 2A No.35, Kapas Madya Baru, Kecamatan Tambaksari Surabaya, pada Sabtu (30/5/2026).
Peringatan ini difokuskan pada pelayanan nyata seperti pemeriksaan kesehatan gratis, diantaranya, cek tensi, gula darah, asam urat kolesterol dan cek tulang sendi dan otot, yang bekerja sama dengan Puskesmas Gading, Kecamatan Tambak Sari, Kelurahan Kapas Madya Baru, Kelurahan Pacar Kembang
dan Anlene.
Acara yang dikemas sederhana namun penuh makna, bisa memotivasi para Kakung dan Uti menjadi senang dan gembira, bisa hadir dalam memperingati HLUN ke-30. Hadir dalam kegiatan ini, Drs. KH.RP Ahmad Mujahid Anshori M.Si, 150 lansia, para ketua Rt dan ketua Rw setempat beserta tamu undangan lainnya.
Raden Ayu sebagai pelaksana kegiatan, telah menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang ke-30 pertama kali dengan memberikan Motivasi kepada para Lansia ” Semangat Lansia menikmati hasil perjuangan , berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” kata penyemangat bagi kita semua.
Disampaikannya bahwa acara seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini, namun akan membuat acara yang serupa ditahun- tahun berikutnya, ucapnya.
Acara berlangsung seremoni dengan pemotongan tumpeng, tanda rasa syukur, acara berjalan lancar dan kebersamaan, bertemu dengan mbah Kakung sama mbah Uti dalam keadaan sehat dan bahagia.

Peringati HLUN ke-30, Di usia Senja Lansia Tetap Berkualitas. Panitia juga memberikan piagam bagi Lansia yang kategori berprestasi empat orang. Dan lima orang mendapatkan Susu Anlene dan gelas dari Anlene.serta semua peserta lansia mendapatkan monyak goreng. Acara berakhir dengan pelepasan balon ke udara..
Masih diruang yang sama Kasi Kesejahteraan dan Perekonomian Kecamatan Tambaksari Surabaya Nunung Sulistyaningsih ditemui Reporter Arjunanusantaranews.com , telah menyampaikan, telah mendorong para lanjut usia (lansia) di Tambak Sari Surabaya untuk tetap bisa sehat, mandiri, berkualitas dan produktif dalam menjalani kehidupan di usia senja. jadi meskipun Usia senja tidak menghalangi mereka untuk bahagia dan tetap mandiri kedepannya.
Menurut Nunung, menjadi lanjut usia merupakan fase kehidupan yang akan dialami setiap orang. Karena itu, lansia perlu diberikan ruang untuk tetap aktif berkegiatan, bersosialisasi, dan berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa program dari Pemerintah Kota Surabaya sudah ada yang namanya Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) sementara untuk Kecamatan ada dua atau tiga, jadi kita ambil dari kelurahan masing-masing. yang sudah di Kelurahan Tambak sari, kelurahan Gading, Pacar Kembang dan yang lain akan menyusul.
Mereka diajari seperti hari ini, sudah ada tujuh pertemuan dan diberikan banyak materi yang tidak memberatkan membuat mereka bahagia menyanyi dan ada edukasi dalam hal agama.
“Menurut data Lansia dari Kecamatan, disampaikan dua Kelurahan saja saat ini ada 150, dan kita ada delapan Kelurahan, tinggal mengalikan”. Jelasnya.
Ketika Awak media menanyakan terkait HLUN dijadikan tanggal merah, Ibu Nunung menjawab dengan antusias setuju, jadi mungkin per Kelurahan atau per RW bisa mengadakan kegiatan positif , dan pada saat itu semua bisa menyelenggarakan, karena ini masih sebagian kecil seperti kegiatan yang diawali oleh mbak Ayu hari ini, ungkapnya.

Sementara, Drs. KH.RP Ahmad Mujahid Anshori M.Si, mantan anggota DPRD Propinsi Jawa Timur periode 1997- 2009 dari fraksi PPP mengapresiasi kegiatan HLUN ke-30 yang di selenggarakan Raden Ayu. Seharusnya pemerintah semuanya memberikan perhatian yang luar biasa dan menghormati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN).
Karena apapun kita sebagai generasi, harus menghargai dan menghormati kontribusi yang sudah diberikan lansia kepada bangsa dan negara ini sehingga sudah seharusnya negara turun mengintervensi untuk memberikan penghormatan kepada para lansia. Tidak hanya menghormati tentunya memberikan solusi-solusi bagaimana caranya lansia ini tetap produktif, jangan sampai nanti lansia kemudian merasa sendirian di negeri ini tapi tetap bersama-sama .
dan saya melihat perhatian pemerintah masih belum maksimal sehingga perlu memaksimalkan, karena masalah lansia ini masalah tersendiri yang perlu dipecahkan oleh negara ini.
Saya berharap lansia apapun harus semangat, lansia ini harus berdaya, lansia ini tetap mempunyai kontribusi-kontribusi yang harus diberikan kepada bangsa dan negara ini, jadi tetap lansia harus bermanfaat. Jadi tinggal kita yang mengelola Panitia-panitia kita semua, karena banyak lansia-lansia yang hebat.
Jangan kemudian setelah pensiun kemudian disuruh diam dirumah, pikiran- pikiran mereka , pokok-pokok pikirannya masih bagus untuk bisa menasehati para generasi muda dan menjadi teladan para generasi muda ini harus dikelola. Jangan dibiarkan kemudian selesai dia di taruh di suatu tempat, suruh diam duduk manis, itu juga jadi beban masalah bagi negara.
Peringati HLUN ke-30, diusia denja Lansia tetap berkualitas. Sebagai suport apapun yang namanya lansia hidup itu harus tetap mempunyai kontribusi, kontribusinya untuk para lansia adalah lansia jadi penasehat yang baik bagi anak cucu dan teladan yang baik bagi anak cucu, pokok- pokok pikiran dan pengalaman mereka yang selama ini dia lakukan itu bisa ditransfer kepada generasi-generasi untuk menciptakan generasi-generasi yang berkualitas saat ini, jadi sangat penting sekali. Sehingga tugas pemerintah untuk mengelola itu
“Dan menurut saya perhatian pemerintah terhadap lansia masih belum maksimal bukan berarti tidak ada, dan gaungnya saya lihat di jalan- jalan, seperti pamflet-pamflet paling tidak tentang lansia dijalan- jalan belum kelihatan,” Disampaikan sembari tertawa.
Sebagai masukan, Pemerintah harus memfasilitasi Lansia dan apabila perlu dibikin libur nasional, agar anak cucu itu menjadi orang yang pintar menghormati orang tuanya, kakeknya sehingga dia harus mencari mereka-mereka yang pernah berjasa dalam hidupnya, pungkas KH. Mujahid.












