Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Peristiwa

Derita Anak Luka Kebakaran, Bupati Subandi Beri Perhatian Khusus

76
×

Derita Anak Luka Kebakaran, Bupati Subandi Beri Perhatian Khusus

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Derita anak luka kebakaran, Bupati Subandi beri perhatian khusus. Bupati Sidoarjo H. Subandi S.H.,M.Kn., Jenguk pasien pasca kebakaran di RSUD Sidoarjo. Peristiwa bencana kebakaran yang terjadi di Desa Ketegan Rt 003/001, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo setahun yang lalu, pada ( 18/6/2025) menyisakan luka bakar pada tubuh Muhammad Izzan Dwi Arifianto. Anak berumur (7 tahun) ini menderita yang sangat memprihatinkan pada kaki dan tangan kirinya tidak bisa digerakkan (kaku). Sedangkan ibu dan kakaknya tidak bisa tertolong (MD) pada waktu terjadi kebakaran.

Ketika Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M. Kn, mendapatkan kabar kondisi pasien memprihatinkan pasca kebakaran setahun yang lalu, dengan gerak cepat H. Subandi sambangi pasien ke RSUD R. T. Notopuro Sidoarjo didampingi Dinas Sosial, Baznas Sidoarjo serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pada Selasa (16/6/2026).

Bupati H. Subandi menyampaikan rasa prihatin setelah melihat kondisi Muhammad Izzan Dwi Arifianto (7 tahun) dengan luka bakar pada sekujur tubuh kecilnya yang belum membaik, terutama pada kaki dan tangan kirinya pasca kebakaran yang di alaminya setahun yang lalu

H.Subandi meminta supaya segera dibawa ke RSUD R.T. Notopuro ketika mendapat informasi, supaya bisa ditangani dengan maksimal dan tentu akan memberikan penanganan yang ekstra termasuk kakinya yang perlu di operasi dan lengan kirinya butuh waktu yang panjang. kalau dibawa ke rumah sakit swasta Pemerintah daerah tidak bisa intervensi.

” Bupati Subandi juga menegaskan bahwa anak ini betul- betul telah dititipkan supaya bisa sembuh, karena umurnya masih 7 tahun dan masih produktif, biar bisa seperti teman-taman seusianya”. Ujarnya.

Bupatipun telah memberikan perhatian khusus dan semaksimal mungkin akan memberikan bantuan kepada anak itu. Serta akan memberikan pekerjaan kepada Pujianto (ayah Izzan)bekerja dengan waktu yang pendek supaya bisa kembali nungguin anaknya. Perhatian Bupati karena melihat kondisi ekonomi tidak mampu sehingga memberikan pekerjaan agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Setelah menjenguk dan mengobrol bersama ayah Izzan terkait perkembangan kondisi pasien, Bupati Subandi dan Baznas telah memberikan santunan kepada keluarga pasien. Disamping itu Baznas Sidoarjo juga akan memberikan bantuan 600 ribu setiap bulan.

Pujianto (45 tahun) yang sebelumnya menyampaikan kepada Bupati bahwa ia setiap hari hanya nungguin anaknya di rumah sakit karena tidak ada yang menunggu selain itu dulu bekerja serabutan sebelum ada peristiwa kebakaran, pasca kebakaran dia tidak lagi bekerja.

Derita anak luka kebakaranan, Bupati Subandi beri perhatian khusus. Ia menyampaikan terima kasih banyak kepada pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan perhatian dan bantuan perawatan kepada anaknya.

Sementara Plt. Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, M.Kes. menyampaikan bahwa kondisi pasien pasca kebakaran dengan luka bakar sudah satu tahun yang lalu telah dilakukan perawatan dan bekas lukanya 46 persen.

Pasien inipun sudah beberapa kali rawat inap dan sudah dilakukan operasi, juga telah dilakukan pembersihan luka yang terakhir pada bulan Januari, ketika tidak dilakukan kontrol lagi, karena ada beberapa kendala yang telah disampaikan oleh ayah korban tadi.

Kemudian selanjutnya akan ada pembersihan luka, yang kemudian akan dilakukan operasi yang ditangannya dan kakinya yang kaku itu salah satunya, karena itu lama tidak digerakkan jadi pengencangan atau pemendekan permanen pada jaringan lunak tubuh (kontraktur) yang menyebabkan sendi menjadi kaku dan rentang geraknya sangat terbatas, jelas dr. Prima.

“Dan itu membutuhkan waktu yang lama perawatannya, pasti bertahap untuk operasinya, nanti kita rawat secara bertahap seperti kakinya dulu, itupun tidak bisa satu kali operasi,namun butuh beberapa operasi, kami harapkan nantinya bisa berfungsi kembali”.

Operasi kami rencanakan untuk pembersihan luka pada hari Kamis besok, dan pasien ini sebelumnya sudah dikawal oleh dr. Ari bedah plastik.

Luka pasien sudah berjalan cukup lama, dr. Prima menyampaikan akan berusaha semaksimal mungkin dalam merawat pasien ini, karena memang butuh waktu lama, tergantung perjalanan penyakitnya seperti apa. Karena banyak faktor, bagaimana dengan status gizinya anak ini, juga akan berpengaruh terhadap penyembuhan luka.

Dan terakhir kontrol, sebenarnya pasien sebenarnya masih perlu perawatan, jadi luka-lukanya masih perlu kita lakukan cuci luka dan sebagainya, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *