Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Reptil hasil evakuasi Damkar Sidoarjo di Tanggulangin dua hari yang lalu dipertontonkan di depan kantor Damkar Kota Sidoarjo. Tangkapan ular sanca kini jadi tontonan bocah cilik-cilik.
Petugas Damkar Sidoarjo sengaja memperlihatkan ular sanca hasil evakuasi di pemukiman warga, dengan harapan barangkali ada dari pecinta satwa, pecinta reptil atau pecinta ular yang mau mengadopsi dan memeliharanya.
Damar sebagai Danru Rescue (Komandan Regu Penyelamat) yang bertanggung jawab memimpin evakuasi, pencarian, dan pertolongan di lokasi darurat. Ketika ditemui Reporter Arjunanusantaranews.com, pada Minggu (29/4/2026) di kantor Damkar Jl. Sultan Agung, telah menyampaikan bahwa ular sanca tersebut hasil evakuasi di pemukiman warga Tanggulangin dua hari yang lalu dengan panjang sekitar 3 – 4 meter.
Fire rescue merupakan bagian dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau tim relawan yang memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR) di lokasi kejadian. Usaha dan kegiatan terorganisir untuk mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia.

Damar juga menambahkan bahwa laporan itu beragam tidak hanya ular, melainkan ada biawak, musang, kera, anjing dan kucing, kita juga banyak relasi dari teman-teman pecinta anjing, kucing dan monyet.
Ketika awak media menanyakan terkait apakah tidak ada kerja sama dengan kebun binatang, sehingga binatang bisa dititipkan disana , ” Damar menjawab dengan lugas, bahwa sudah dari dulu sejak kita sinkronisasikan ketika perjanjian kerja sama (PKS) diajukan, tapi kalau memang betul-betul bukan jenis hewan yang tidak dilindungi mereka tidak mau”. Tetapi mereka bisa bantu kita dalam pelayanan seperti kalau hewan itu benar-benar dilindungi, seperti jenis Albino yang jarang ada di Kebun binatang, ungkapnya.
Damarpun terbuka dengan menunjukkan kepada awak media hasil tangkapan-tangkapan hewan yang masih ada dikantor Damkar. Ada ular dengan ukuran besar yang ada dikandang, monyet dan anjing.
“Itu menjadi tanggungan Damkar untuk memberinya makan”.
Yang terakhir telah disampaikan bahwa ketika hewan itu mati baru dibuang, pungkasnya.
Tangkapan ular sanca kini jadi tontonan bocah cilik-cilik. Yang menjadi catatan penting dari awak media, ada bau yang menyengat tidak sedap, seperti bau bangkai, ini perlu diperhatikan, setidaknya pemkab bisa memberikan tempat tersendiri tangkapan hewan-hewan tersebut, tidak harus ditaruh didepan perkantoran yang berpengaruh pada kesehatan seseorang yang bertugas.












