Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Sosialisasi Proposal dan Pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih

173
×

Sosialisasi Proposal dan Pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Sosialisasi proposal dan pembiayaan koperasi desa Merah Putih. Koperasi Merah Putih adalah salah satu program dari Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui koperasi yang tersebar di seluruh pelosok desa dan kelurahan membangun perekonomian masyarakat menengah kebawah.

Dengan digelarnya Sosialisasi pembuatan proposal bisnis dan pembiayaan koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih pada, Selasa (9/9/2025) bertempat di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Acara tersebut di hadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Wakil Kementerian BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto dan para tamu undangan dari berbagai instansi BUMN lainnya serta pengurus Kopdes Merah Putih kabupaten Sidoarjo.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo ketika ditemui Arjunanusantaranews.com menyampaikan bahwa untuk penyusunan acara bisnis dan pengajuan pinjaman ke Himpunan Bank Milik Negara (HImbara) untuk pengurus Kopdes Merah Putih di Jawa Timur yang terpilih, bukan hanya dari Sidoarjo saja tetapi juga dari Kabupaten lainnya.

Seperti yang disampaikan teman – teman tadi gimana kita mengajari para pengurus untuk memasukan kemitraan bisnis dan mengajukan pinjaman ke Bank. Dan ini baru terhitung yang pertama ada 70 Koperasi, nanti kita Serentak se-Indonesia mulai minggu depan ada 16 ribu koperasi di desa mandiri akan mulai kita bersama-sama, kita ajukan mengurus organisasi.

” Harapannya mungkin Bulan Oktober nanti sudah mulai mengajukan pinjaman ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)”.

Dengan tahapan, mereka buat kemitraan bisnis dengan BUMN, Pertamina, dengan Pupuk dan lainnya. Selain itu mereka mengajukan ke Himbara mungkin di akhir September berkas mereka sudah ada yang cair, seluruh Indonesia, pada desa- desa mandiri.

Untuk besar kecil nilai tergantung dari kebutuhan desanya. Waktu yang disampaikan Bapak Presiden itu 3 milyar (pinjaman) tetapi itu plafon, sesuai kebutuhan desanya, ungkap Wamen Kartika.

Sosialisasi proposal dan pembiayaan koperasi Desa Merah Putih. Wakil Direktur Utama BRI Pusat Agus Noorsanto Menambahkan, yang pertama telah menyiapkan pembiayaan, beri petunjuk Bagaimana mereka menyiapkan usaha bisnis dan sebagainya.

Kedua sebelum itu kita memberikan pendampingan dan ini tidak bisa sendiri, kita gabungan dengan Wamen – Wamen lain, termasuk saat ini kita melakukan sosialisasi, seperti pelatihan – pelatihan kepada koperasi – koperasi bagaimana cara mereka untuk sampai kepada mengajukan pembiayaan .

Jadi harus menyiapkan koperasinya, menyiapkan proposal bisnisnya, kemudian mengajukan, misalnya agen gas
penyalur pupuk, kita melakukan pendampingan, tentu BRI sangat ingin menyukseskan ini. Oleh karena itu kita mencoba untuk melakukan sebaik mungkin supaya koperasi-koperasi Desa ini tentu mereka siap. Dalam arti kata mereka paham dari sisi kapabilitas mereka harus ada pelatihan juga.

Asal kapabilitas tentu, Kementerian Koperasi juga turut serta di situ, kemudian memastikan pada yang belum paham, bahwa potensi bisnis di wilayahnya itu seperti apa, sehingga bisnis mereka ini yang bisa kita lakukan
Misalnya pupuk ada sekian karena ada katagorinya. ada yang bisnisnya katagori kecil, sedang dan besar.

Dan Plafon hitungannya sudah ada, sudah ditetapkan oleh Kemenko maksimal investasi 3 miliar modal kerja 2 milyar tetapi pada umumnya tidak sampai segitu, ini plafon maksimal, kalau betul – betul sudah besar.

Diawal kita lihat kebutuhan investasi uhtuk infrastrukur, mungkin kalau balai Desa sudah ada, dan bangunan yang perlu renovasi. Itu nanti pengajuannya untuk investasi. kita lihat dengan kebutuhannya.

Kemudian modal kerja, untuk pembelian barang yang akan dijual gitu kan tadi banyak sekali yang sudah disampaikan selain Pertamina, Bulog kemudian bisa sebagai agen pos, kemudian pupuk, juga bisa menjual berbagai barang, diharapkan nanti dengan pendampingan juga dari BUMN – BUMN lainnya diharapkan koperasi siap.

“Ini sudah ada di Inpres No. 49 ada kredit investasi dan modal kerja sudah diatur disitu”.

Nanti akan disesuaikan skala usaha potensi masing-masing desa, jadi akan bervariasi. Terkait pinjaman bunganya sudah ditetapkan 6% per tahun dengan tenor maksimal 6 tahun, jelas Agus Noorsanto.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana juga menyampaikan dengan senang hati bahwa launching Sosialisasi koperasi Merah Putih pertama kali di Sidoarjo telah mendapat kepercayaan, mudah – mudahan dengan adanya sosialisasi ini bisa memantabkan koperasi yang ada di Sidoarjo.

Karena ini program dari Presiden atau Pemerintah di Indonesia, kami berharap koperasi ini berjalan maksimal, karena ini bisa menggiatkan perekonomian yang ada di Sidoarjo, terutama masyarakat menengah ke bawah. Ungkap Mimik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *