Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Politik & Legislatif

Beberapa Item Bahan Pokok Naik, Komisi B Sidak Pasar Larangan

53
×

Beberapa Item Bahan Pokok Naik, Komisi B Sidak Pasar Larangan

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Beberapa item bahan pokok naik, Komisi B sidak pasar Larangan. Secara spontanitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo dari Komisi B menggelar Sidak di pasar Larangan, terkait adanya laporan mengenai beberapa item harga bahan pokok naik.

Hal tersebut diatas setelah ada masukkan dari masyarakat yang disampaikan kepada awak media, dan telah di teruskan kepada Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, terkait beberapa komoditi harga bahan pokok yang naik, Ketua Komisi B Bambang Pujianto, S.Sos.,M.S, dengan antusias mengagendakan sidak pasar secara langsung bersama Disperindag Kabupaten Sidoarjo by telp Rabu siang (19/8/2026),Sidak dilakukan pada Kamis (20/8/2026) pagi jam 08.00.

Berawal dari keluhan masyarakat luas bahwa awak media sebagai kontrol sosial dan penyambung lidah, disampaikannya hal tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Sidoarjo di Komisi B.
Melihat kondisi perekonomian saat ini yang kurang stabil berdampak dan berpengaruh pada kebutuhan bahan pokok.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo Bambang Pujianto turun langsung melakukan inpeksi mendadak (Sidak) beberapa item kenaikan harga bahan pokok dipasar larangan. Dengan menyusuri lorong-lorong pasar yang sempit pertama yang dituju adalah area pedagang ayam, kedua area pedagang daging sapi dan ketiga pedagang beras.

Untuk brambang, bawang, cabe, kedelai dan minyak Kita harga tetap normal seperti biasa.

Ia survey pada pedagang daging ayam dan melakukan dialog tentang harga saat ini, pedagang menyampaikan harga ayam saat ini naik mencapai 43.000/kg, untuk daging Sapi menjadi sorotan utama yang mengalami kenaikan harga mencapai 130.000/kg, begitu juga harga beras mencapai 14.700/kg sampai 15.800/kg.

Bambang berdialog pada beberapa pedagang untuk memastikan bahwa laporan yang disampaikan tersebut memang benar. ketika pedagang daging ayam ditanya kenapa harga naik, dengan simpel dijawab karena pasokan barang tidak ada, pedagang pun menyampaikan juga tidak pernah menimbunnya.

Untuk daging sapi,daging ayam dan beras telah mengalami kenaikan harga seperti hal tersebut diatas, kita nanti tetap akan berupaya, karena kita punya fungsi pengawasan dan nanti kita lihat stoknya, disamping itu kita juga melihat distribusi dari hulu sampai hilir sampai tingkat peternak, rumah pemotongan hewan (RPH) dan sampai ke tangan pedagang di pasar.

Dengan begitu distribusinya tepat sasaran, kalau tidak apakah ada yang menimbun atau bagaimana, Kalau ada yang menimbun akan kita selesaikan secara hukum.

‘Semua itu akan kita awasi dari distribusi awal sampai distribusi akhir sampai ke konsumen”.

Penyebab kenaikan harga secara teori mungkin dikarenakan barangnya tidak ada. Maka kita melakukan fungsi pengawasan dan berharap jangan sampai untuk pelaku – pelaku usaha itu Menyimpan atau menimbun didalam gudang, itu akan berdampak pada harga bahan pokok.

“Seandainya itu nanti ada yang menyimpan kebutuhan bahan pokok, nanti kita akan tindak tegas sesuai aturan yang ada”. Ungkap Bambang.

Sebagai tujuan Pengawasan adalah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga bagi masyarakat.

Langkah intervensi dari DPRD dan pemerintah untuk menurunkan beberapa komoditi bahan pokok tersebut adalah DPRD bermitra dengan Disperindag, kita akan berupaya maksimal termasuk nanti bekerjasama dengan bulog bagaimana beras-beras yang sudah ada, kebutuhan bahan pokok yang sudah di subsidi ini harus betul-betul tepat sasaran.

Kami juga berpesan kepada para pedagang, jangan sampai pedagang di Sidoarjo dan tidak hanya di pasar Larangan saja tetapi di semua pasar se Kabupaten Sidoarjo, jangan sampai nakal, jangan sampai menimbun kebutuhan bahan pokok. Karena bahan pokok ini adalah kebutuhan kita juga, pungkasnya.

Di lain tempat Wakil Komisi B , Kusumo Adi Nugroho, S.E,.yang biasa di panggil Mas Nucky juga menyampaikan kepada Reporter Arjunanusantaranews.com terkait kenaikan harga beberapa komoditi bahan pokok dipasaran, yang pertama, seperti beras bisa terjadi Karena beberapa hal salah satunya cuaca ekstrem yg menyebabkan banyak petani di daerah gagal panen.

Dan kedua adanya perubahan iklim yang tidak menentu atau kemarau panjang, sehingga peternak sapi mengalami kesulitan mencari rumput sehingga hewan ternak di suplay dengan makanan lainnya seperti katul dan sebagainya, itupun juga sebagai asupan supaya ternak itu tetap bisa makan, dan pastinya memerlukan biaya tambahan.

Ketiga melihat kondisi ekstrem dengan angin kencang, hawa sangat dingin , seperti peternak ayam pasti mengeluh banyak ayam yang sakit atau mati, mungkin dari segi itu harga ayam bisa berpengaruh.

” Atau mungkin biaya distribusi yg tinggi serta lonjakan permintaan di saat liburan, sehingga pasokan barang tidak ada”.

Kemudian kami sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo yang bisa menampung aspirasi dari masyarakat untuk mencarikan solusi- solusi terbaik. Selain menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga bagi masyarakat, tegas Nucky.

Begitu juga yang disampaikan Atok Ashari sebagai anggota Komisi B demgan singkat dan padat ,tekait beberapa harga komoditi bahan pokok naik, bahwa DPRD menjalankan fungsi pengawasan bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga bagi masyarakat.

Beberapa item bahan pokok naik, Komisi B sidak pasar Larangan. Untuk membuktikan bahwa beberapa item bahan pokok naik perlu diketahui apa penyebabnya. Seperti dialog yang disampaikan oleh pedagang daging ayam bahwa pasokan barang yang tidak ada, itu bisa menjadi penyebab kenaikan harga .

Atok menyimpulkan bahwa, artinya ada kelangkaan atau berkurangnya peminat untuk berternak ayam, sehingga mempengaruhi harga di pasaran, jelasnya.

DPRD tetap bermitra dengan Disperindag, dan berupaya maksimal termasuk nanti bekerjasama dengan bulog dan beras yang sudah di subsidi harus tepat sasaran, dan bagaimana agar harga bahan pokok tersebut diatas bisa stabil, karena antara pedagang dan konsumen saling membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *