Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

Dugaan Tabungan TK Seroja Berkurang, Dispendik Surabaya Disorot

114
×

Dugaan Tabungan TK Seroja Berkurang, Dispendik Surabaya Disorot

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Arjunanusantaranews.com, — Dinas Pendidikan Surabaya baru turun setelah dapat sorotan dari media, pada Kamis (8/10/2026). Persoalan dugaan pengurangan uang tabungan siswa di TK Seroja Surabaya kini menyeret satu pertanyaan yang jauh lebih besar: sejauh mana Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan pengawasan terhadap sekolah yang menjadi tanggung jawab pembinaannya?

Keluhan wali murid mengenai dugaan berkurangnya tabungan siswa tanpa konfirmasi memantik keresahan. Persoalan ini tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan, bukan sekadar berdasarkan informasi sepihak.

Namun ada satu hal yang tidak bisa dihindari: ketika wali murid sudah mempertanyakan transparansi pengelolaan uang siswa, Dinas Pendidikan harus hadir memberikan kepastian.

Sebab fungsi pengawasan tidak semestinya baru terlihat ketika persoalan sudah sampai ke awak media.

Apakah selama ini Dinas Pendidikan mengetahui bagaimana pengelolaan tabungan siswa di sekolah? Apakah ada mekanisme pengawasan dan pengaduan yang benar-benar berjalan?

Pertanyaan tersebut kini semakin keras setelah awak media meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si., M.M.

Febrina menyampaikan bahwa besok pihak Dinas Pendidikan Surabaya akan langsung datang ke TK Seroja untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Langkah itu patut ditunggu hasilnya.

Tetapi publik tentu tidak membutuhkan sekadar kunjungan. Yang dibutuhkan adalah pemeriksaan dan jawaban.

Jika memang ada dasar pemotongan, tunjukkan dasar dan mekanismenya. Jika ada persetujuan wali murid, jelaskan bentuk dan prosesnya. Jika terjadi kesalahan administrasi, jangan dibiarkan berlarut-larut.

Dan jika tidak ditemukan persoalan, Dinas Pendidikan juga harus berani menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka agar semua pihak mendapatkan kepastian.

Jangan sampai persoalan selesai hanya karena media berhenti bertanya.

Nama Bu Ani yang disebut dalam keluhan wali murid juga harus diklarifikasi secara proporsional. Pihak sekolah dan pihak yang disebut memiliki hak jawab sehingga fakta dapat diperoleh dari kedua sisi.

Namun sekali lagi, sorotan utama kini berada pada Dinas Pendidikan Surabaya.

Publik ingin melihat apakah dinas mampu memastikan pengelolaan administrasi yang menyangkut uang siswa dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, rencana besok Dispendik Surabaya akan mendatangi TK Seroja.

Pertanyaannya sederhana: setelah turun, apa yang akan dibawa pulang? Hanya laporan kunjungan, atau jawaban konkret untuk wali murid?

Dugaan tabungan TK Seroja berkurang, Dispendik Surabaya disorot. Wali murid tidak seharusnya dipaksa menebak-nebak nasib uang tabungan anak mereka. Ketika uang siswa dipertanyakan, transparansi harus berdiri paling depan.

Kini publik menunggu keberanian Dinas Pendidikan Surabaya untuk membuka fakta berdasarkan pemeriksaan di lapangan.

Bukan siapa yang paling keras bicara yang dicari. Yang dicari adalah siapa yang mampu menunjukkan bukti dan memberikan kepastian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *