Batam, Arjunanusantaranews.com, – Pelabuhan Tikus Diwilayah Batam Diduga Lewatkan Selundupan Barang Ilegal. Aktivitas penyelundupan barang melalui jalur laut kembali beroperasi di Pelabuhan wilayah Tanjung Sengkuang, Kota Batam. Sejumlah sumber menyebutkan adanya pergerakan barang-barang kepabeanan yang diduga dikirim secara ilegal menuju wilayah luar Batam melalui pelabuhan tidak resmi atau yang dikenal sebagai pelabuhan tikus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas di kawasan tersebut tampak normal pada siang hari. Namun menjelang malam, lokasi itu disebut mulai digunakan untuk kegiatan bongkar muat barang yang selanjutnya dipindahkan ke kapal kayu untuk pengiriman melalui jalur laut.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa barang-barang tersebut disebut akan dikirim ke wilayah Tanjung Balai Karimun.
Ia menjelaskan, kendaraan pengangkut biasanya memasuki kawasan pelabuhan pada sore hari dan menunggu hingga malam untuk melakukan proses pemindahan muatan ke kapal kayu.
“Mobil masuk menjelang sore. Aktivitas bongkar muat biasanya dilakukan malam hari sebelum barang diberangkatkan melalui jalur laut,” katanya, Rabu (3/6/2026).
Informasi yang dihimpun, jenis barang-barang yang diselundupkan mulai dari elektronik, tekstil hingga barang ekspedisi.
Di lapangan juga berkembang informasi yang menyebut aktivitas tersebut diduga dikendalikan oleh seorang pria bernama Indra Chen. Nama tersebut disebut oleh sumber sebagai sosok yang memiliki jaringan dalam aktivitas penyelundupan di Batam.
Pelabuhan Tikus Diwilayah Batam Diduga Lewatkan Selundupan Barang Ilegal. Batam sendiri merupakan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) yang memiliki ketentuan kepabeanan dan perpajakan khusus. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengeluarkan barang ke wilayah pabean Indonesia lainnya tanpa memenuhi kewajiban kepabeanan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan aktivitas bongkar muat ilegal di kawasan Tanjung Sengkuang. Upaya konfirmasi kepada Kantor Bea Cukai Batam dan Satpolairud Polresta Barelang masih terus bungkam.












