Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – Komisi VII DPR RI BHS Kunjungan ke Puskesmas Buduran. Dalam melaksanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang kesehatan periode 2025–2029 berfokus pada penguatan sistem kesehatan nasional guna mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol., (BHS) DPR RI Komisi VII dari Fraksi Gerindra dalam kunjungannya di Puskesmas Buduran yang berlokasi di Jalan. Jawa No 2 Banarmelati, Desa Wadungasih Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, Pastikan Program Pemeriksaan Kesehatan pada, Jumat (25/9/2026).
Acara tersebut di hadiri
IKepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes., Kepala Puskesmas dr. Anis Mahmudah Lestari,, Camat Buduran Suprayitno, S.STP, M.HP serta Polsek buduran dan Koramil setempat.
Dalam kunjungannya Bambang Haryo memasuki Ruang pertama di laboratorium, tempat IPAL, ruang anak, ruang Gigi dan UGD.
Disela- sela itu Bambang Haryo menyampaikan bahwa di Sidoarjo ada 31 puskesmas salah satunya adalah puskesmas Buduran ini. Saya telah menanyakan berapa jumlah yang sudah melaksanakan periksa gratis, hal ini sebagai program dari Presiden Prabowo Subianto. sekarang jumlah pasien yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis sebanyak 108 juta pada tahun ini harus dilakukan semaksimal mungkin,
“Alhamdulillah puskesmas yang ada di Buduran ini sudah mencapai pada sampai 60 persen yang sudah di periksa seluruh masyarakat atau warga yang ada di wilayah ini,”jelasnya.
Ini Suatu prestasi yang luar biasa, bahwa Kadis kesehatan telah menyampaikan bahwa sekitar 30 puskesmas yang ada di Jawa Timur, ternyata puskesmas di Sidoarjo menduduki peringkat pertama yang sudah mengajak warganya untuk pemeriksaan gratis dari ranking satu sampai ranking delapan.
Bambang Haryopun memberikan apresiasi, dimana Sidoarjo ini patut untuk ditiru oleh daerah- daerah lain. Terutama Kepala Dinas dan puskesmas- puskesmas yang sudah mendorong masyarakatnya untuk mau memeriksakan.

Tujuan daripada pemeriksaan ini, bahwa puskesmas akan tau warganya yang sakit dan sebagainya di wilayahnya, dan akan melakukan pencegahan- pencegahan dengan memberikan obat-obatan sehingga sakitnya tidak menjadi lebih parah, ungkapnya.
Masih di sampaikan oleh BHS, bahwa semuanya itu yang utama adalah produktivitas daripada masyarakat Sidoarjo. Kalau produktivitas masyarakat Sidoarjo sehat semuanya tentunya akan menjadi lebih baik.
Sumberdaya manusia aset terbesar dan kesehatan masuk dalam aset terbesar daripada manusia. Manusia adalah merupakan aset terbesar bangsa ini.
“Untuk masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan gratis tolong dijaga kesehatannya. Dengan melakukan pemeriksaan gratis kita lebih awal mengetahui sakit kita apa dan kita bisa melakukan pengobatan secepatnya sehingga kita menjadi sehat,” ujarnya.
Komisi VII DPR RI BHS Kunjungan ke Puskesmas Buduran. Politisi dari Partai Gerindra ini juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat maupun pemerintah Sidoarjo yang sudah luar biasa memberikan perhatian kepada warganya yang telah memberikan cek kesehatan gratis dengan baik.
Sementara dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, juga menyampaikan bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun ini mencakup 146 persen dari seluruh total penduduk, sedangkan Sidoarjo sendiri menargetkan 52 persen.
Dalam pertengahan September sudah bisa meraih lebih 58 persen dari total jumlah penduduk, dan ini dilakukan dari semua siklus hidup dari mulai balita dan lansia. Saat ini kami yang belum mencapai target kabupaten, kalau target dari RPJMN sudah tercapai dari anak usia sekolah, dewasa dan lansia itu yang masih kita kejar dari kurun waktu tiga bulan ini untuk mencukupi kekurangan dari target yang kita tentukan.
dr. Lakhsmie juga menjelaskan bahwa berdasarkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) itu rata-rata penyakit tidak menular seperti Hipertensi, Diabet dan penyakit jantung dan sekarang ini ada obat inisiasi dari pemerintah terkait dengan CKG, sehingga ditemukan di lapangan maka harus diberikan obat inisiasi kurang lebih diberikan untuk dua minggu untuk itu berikutnya yang bersangkutan di harapkan untuk berobat lanjutan di puskesmas, pungkasnya.












