SIDOARJO, Arjunanusantaranews.com, – Andra Naftali Resmi Memimpin KPR Kelas I Surabaya. kepemimpinan di jajaran Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surabaya menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Hengky Giantoro menyerahkan tongkat komando kepada Andra Naftali Gustaf Vano sebagai Kepala KPR yang baru, pada Selasa (11/8/2026)
Serah terima amanah tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Pergantian pejabat tidak hanya menjadi bagian dari dinamika organisasi, tetapi juga menandai dimulainya tanggung jawab baru dalam memastikan seluruh sistem pengamanan Rutan Kelas I Surabaya berjalan optimal.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, memberikan apresiasi kepada Hengky Giantoro atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin jajaran pengamanan.
“Saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan pengabdian Pak Hengky. Selama menjalankan amanah, beliau telah memberikan kontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan menjadi fondasi bagi kepemimpinan berikutnya,” ujar Tristiantoro.
Andra Naftali Resmi Memimpin KPR Kelas I Surabaya. Menurutnya, pergantian jabatan harus dipandang sebagai proses regenerasi yang membawa semangat baru tanpa mengesampingkan pengalaman dan capaian yang telah dibangun sebelumnya.
“Kepada Pak Andra, saya berpesan agar segera membangun koordinasi dengan seluruh jajaran. Tugas KPR memiliki tanggung jawab besar. Pengamanan harus dilakukan dengan disiplin, kewaspadaan, integritas, serta tetap mengedepankan pendekatan yang profesional dan humanis,” tegasnya.
Hengky Giantoro dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh personel yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan tugasnya.
“Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar jajaran pengamanan Rutan Kelas I Surabaya. Terima kasih atas kerja sama, loyalitas, dan dukungan seluruh personel. Apa yang telah dicapai merupakan hasil kerja bersama,” ungkap Hengky.
Ia berharap seluruh personel tetap mempertahankan budaya disiplin dan soliditas yang telah terbangun.
“Jangan pernah menganggap tugas pengamanan sebagai rutinitas biasa. Kewaspadaan harus menjadi kebiasaan. Tetap kompak, saling mengingatkan, dan jangan pernah mengabaikan prosedur keamanan,” pesan Hengky.
Sementara itu, Andra Naftali Gustaf Vano menyatakan siap mengemban amanah sebagai Kepala KPR Rutan Kelas I Surabaya. Ia menyadari bahwa posisi tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Saya siap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan melanjutkan hal-hal positif yang sudah dilakukan pejabat sebelumnya. Saya mohon dukungan seluruh jajaran agar kita dapat bekerja secara solid,” ujar Andra.
Andra menegaskan bahwa penguatan sistem pengamanan akan menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan tugasnya.
“Kami akan memperkuat kontrol, meningkatkan deteksi dini, serta memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur. Potensi gangguan keamanan harus dapat diantisipasi sejak awal,” tegasnya.
Selain pengamanan fisik, Andra juga menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan rutan yang kondusif.
“Petugas adalah bagian terpenting dalam sistem pengamanan. Karena itu, disiplin, integritas, komunikasi, dan kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Saya ingin seluruh personel memiliki rasa tanggung jawab yang sama terhadap keamanan rutan,” jelasnya.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai pola pengamanan yang telah diterapkan. Pengawasan blok hunian, kontrol rutin, pemeriksaan, deteksi dini, serta kesiapsiagaan personel akan terus diperkuat.
Tristiantoro kembali menegaskan bahwa keamanan tidak boleh dipisahkan dari keberhasilan pembinaan. Menurutnya, lingkungan yang aman dan tertib akan memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengikuti berbagai program pembinaan secara maksimal.
“Keamanan harus kuat, tetapi pelayanan tetap humanis. Kita ingin menciptakan Rutan Kelas I Surabaya yang aman, tertib, profesional, dan tetap menjunjung nilai kemanusiaan,” kata Tristiantoro.
Pergantian dari Hengky Giantoro kepada Andra Naftali Gustaf Vano diharapkan menjadi energi baru bagi jajaran KPR untuk meningkatkan kualitas pengamanan sekaligus memperkuat koordinasi internal.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Rutan Kelas I Surabaya menegaskan bahwa perubahan personel tidak mengubah arah pengabdian. Semangat menjaga keamanan, menjunjung integritas, dan memberikan pelayanan terbaik tetap menjadi komitmen seluruh jajaran demi terwujudnya pemasyarakatan yang aman, profesional, dan berkelanjutan.












