SIDOARJO, Arjunanusantaranews.com, – Cegah Masuknya Barang Terlarang, Rutan Medaeng Antisipasi. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya terus memperkuat sistem pengamanan dan pengawasan terhadap setiap pengunjung yang hendak menemui warga binaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang sekaligus memastikan seluruh proses kunjungan berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan.
Salah satu upaya yang diterapkan adalah pemeriksaan berlapis terhadap pengunjung beserta barang bawaan. Pemeriksaan dilakukan melalui tiga tahapan sebagai bentuk deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di dalam rutan.
Tahap pertama dilakukan menggunakan perangkat X-ray untuk memeriksa barang bawaan pengunjung. Teknologi tersebut membantu petugas mendeteksi isi barang secara lebih efektif sebelum barang tersebut diperbolehkan masuk ke area kunjungan.
Tahap kedua dilakukan melalui pemeriksaan barang bawaan secara langsung atau manual oleh petugas. Barang yang dibawa untuk warga binaan diperiksa satu per satu dengan teliti guna memastikan tidak terdapat benda yang dilarang masuk ke lingkungan rutan.
Tahap ketiga berupa pemeriksaan terhadap badan pengunjung sesuai prosedur keamanan yang berlaku. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dan tetap memperhatikan etika serta hak pengunjung.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, pada Kamis (13/8/2026) mengatakan sistem pemeriksaan berlapis merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pengamanan dan pelayanan harus berjalan beriringan. Pemeriksaan kami lakukan secara berlapis untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, namun tetap dengan pendekatan yang profesional, humanis, dan sesuai prosedur,” ujar Tristiantoro.
Menurutnya, pengawasan terhadap pengunjung menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman dan kondusif. Setiap tahapan pemeriksaan memiliki fungsi masing-masing dalam mempersempit celah masuknya barang yang tidak diperbolehkan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Medaeng Hengky Giantoro menegaskan bahwa jajaran pengamanan akan terus meningkatkan kewaspadaan dalam setiap proses pemeriksaan.
“Tiga tahapan pemeriksaan ini merupakan bentuk pencegahan dan deteksi dini. Petugas harus teliti, disiplin, serta tidak boleh lengah. Setiap barang bawaan dan pengunjung harus melalui prosedur yang telah ditetapkan demi menjaga keamanan bersama,” tegas hengky.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan tidak dimaksudkan untuk mempersulit pengunjung, melainkan sebagai langkah perlindungan Cegah Masuknya Barang Terlarang, Rutan Medaeng Antisipasi terhadap seluruh pihak di dalam rutan.
“Kami memahami bahwa pemeriksaan merupakan bagian dari proses kunjungan. Karena itu, petugas tetap kami arahkan untuk memberikan pelayanan secara ramah dan humanis, tetapi dalam hal keamanan kami harus tetap tegas dan konsisten,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Surabaya, Muhammad Ridla Gorjie, menyampaikan bahwa pelayanan kunjungan terus diupayakan berjalan tertib sekaligus memberikan rasa aman kepada pengunjung dan warga binaan.
“Kami berusaha memberikan pelayanan yang cepat, jelas, dan humanis. Pengunjung kami arahkan mengikuti seluruh tahapan yang telah ditentukan agar proses kunjungan berjalan lancar. Pemeriksaan merupakan bagian dari pelayanan keamanan yang harus dipahami dan dipatuhi bersama,” jelas Ridla.












