Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Hukum & Kriminal

30 WB Lapas Sidoarjo Ikuti Pendidikan Moralitas D1 Secara Daring

85
×

30 WB Lapas Sidoarjo Ikuti Pendidikan Moralitas D1 Secara Daring

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, Arjunanusantaranews.com, – 30 Warga Binaan (WB )Lapas Sidoarjo Ikuti Pendidikan Moralitas Diploma (D1) Secara Daring.Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang diarahkan untuk memberikan ruang belajar sekaligus membangun kesadaran diri melalui pemahaman nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Moralitas Universitas Kehidupan merupakan program pembelajaran yang dapat diikuti oleh warga binaan di Indonesia. Berdasarkan materi program, pembelajaran moralitas secara daring dilaksanakan secara konsisten bagi warga binaan setiap hari Selasa pukul 08.00–10.00 WIB, dengan penguatan pembelajaran yang dapat dilanjutkan melalui jenjang Diploma 1 (D1), Diploma 3 (D3), hingga Sarjana (S1) Pendidikan Moralitas.

Dalam pelaksanaannya, para warga binaan tidak hanya memperoleh materi melalui metode ceramah, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif, video pembelajaran, tugas pengembangan diri, morality story, morality music, permainan edukatif, bahasa, serta sharing. Beragam metode tersebut dirancang agar proses pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat mendorong peserta untuk menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Materi pendidikan moralitas menekankan pentingnya pembentukan diri melalui ketulusan hati, kejujuran, toleransi, nilai-nilai kebenaran, serta hubungan yang baik dengan sesama. Program tersebut juga mengarahkan peserta untuk membangun pola pikir yang lebih baik, memurnikan hati, serta mengembangkan kebiasaan dan perilaku yang berlandaskan moral.

Bagi warga binaan, kesempatan mengikuti pendidikan ini menjadi bagian dari proses perjalanan pembinaan selama menjalani masa pidana. Ruang belajar seperti ini diharapkan dapat membantu mereka mengenali kembali nilai-nilai kehidupan, membangun pola pikir positif, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan membawa perubahan yang lebih baik.

Semangat pembelajaran tersebut juga sejalan dengan pesan “Jadilah seperti lilin, terang bagi sekitar dan rela berkorban jiwa dan raga untuk memberikan manfaat.” Nilai tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan diri dapat dimulai dari hal sederhana, yakni kemauan untuk belajar, memperbaiki sikap, dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *