Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
Peristiwa

Petugas Rutan Medaeng Gagalkan Sabu, 6 Poket Diamankan

45
×

Petugas Rutan Medaeng Gagalkan Sabu, 6 Poket Diamankan

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Arjunanusantaranews.com, – Petugas Rutan Medaeng Gagalkan Sabu, 6 Poket Diamankan. Modus penyelundupan narkotika ke dalam Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng) kembali terbongkar. Kali ini, makanan yang sekilas terlihat seperti masakan biasa justru diduga menjadi sarana untuk menyembunyikan narkotika jenis sabu.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi (7/9/2026) sekitar pukul 08.45 WIB di area Pintu Pengamanan Utama (P2U) Rutan Kelas I Surabaya. Ketelitian petugas menjadi penghalang terakhir bagi upaya memasukkan barang terlarang ke balik tembok rutan.

Seorang pengunjung perempuan berinisial SA diketahui hendak membesuk suaminya, RF, yang merupakan warga binaan. SA membawa makanan berupa masakan bumbu Bali yang terdiri dari telur, tahu dan ikan tongkol.

Namun pemeriksaan tidak berhenti hanya karena barang tersebut merupakan makanan. Petugas penggeledahan berinisial RAP mencurigai adanya sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Kecurigaan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui pemeriksaan di Pos Karupam. Hasil pemeriksaan membuat upaya penyelundupan yang diduga dilakukan secara terselubung itu terbongkar.

Petugas menemukan lima poket sedang dan satu poket kecil berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu.

Barang bukti tersebut langsung diamankan. Berdasarkan informasi awal, SA diduga membawa barang tersebut atas permintaan warga binaan lain berinisial MS.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengapresiasi ketelitian petugas yang berhasil mengendus adanya kejanggalan dalam barang bawaan pengunjung.

“Ketelitian petugas merupakan bagian penting dalam sistem pengamanan. Setiap barang yang masuk harus diperiksa sesuai prosedur, tanpa melihat siapa yang membawa maupun siapa yang akan menerima,” tegas Tristiantoro.

Ia menegaskan bahwa upaya memasukkan narkotika ke dalam rutan harus dihentikan sejak pintu pertama. Karena itu, pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan menjadi bagian penting dari deteksi dini.

Senada, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surabaya Andra Naftali Gustaf Vano menyatakan bahwa jajarannya tidak akan memberikan toleransi terhadap berbagai upaya penyelundupan barang terlarang.

“Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan. Modus bisa berubah, tetapi prinsip pengamanan tidak boleh berubah. Setiap barang yang masuk harus melalui pemeriksaan secara ketat sesuai SOP,” ujar Andra.

Menurut Andra, petugas harus mampu melihat setiap kemungkinan modus yang digunakan untuk memasukkan barang terlarang. Barang yang terlihat biasa sekalipun tetap harus diperiksa secara cermat apabila ditemukan indikasi mencurigakan.

“Kami tidak ingin ada celah yang dimanfaatkan. Kalau ditemukan indikasi pelanggaran, kami tindak lanjuti sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” tegasnya.

SA beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada Satresnarkoba Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Penyerahan tersebut menjadi langkah penting agar dugaan tindak pidana narkotika dapat diproses melalui mekanisme hukum dan fakta-faktanya dapat dibuktikan dalam penyidikan.

Di sisi internal, apabila terdapat warga binaan yang terbukti terlibat, Rutan Kelas I Surabaya memastikan akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penempatan di sel isolasi dan pencatatan Register F apabila memenuhi unsur pelanggaran.

Petugas rutan Medaeng gagalkan sabu, 6 poket diamankan. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bahwa makanan bawaan pengunjung tidak otomatis bebas dari pemeriksaan. Setiap barang yang masuk ke lingkungan rutan harus melewati mekanisme pengamanan yang telah ditetapkan.

Jajaran Rutan Kelas I Surabaya berkomitmen memperkuat pemeriksaan berlapis, deteksi dini dan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan bebas dari narkotika.

Upaya menyelundupkan narkotika boleh berganti modus, tetapi pintu pengamanan Rutan Medaeng tidak boleh kehilangan kewaspadaan. Satu celah bisa menjadi ancaman besar, sehingga setiap upaya harus dihentikan sebelum barang terlarang menembus tembok rutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *